cursor: url('http://3.bp.blogspot.com/- | DeGLe Zone

Menatap Mentari tanpa Lelah

Bila Harapan tak sebanding dengan Kenyataan
Hanya ada sebuah kekecewaan yang mendalam
Namun tak pernah ada kata menyerah dalam diri
Ukir semangat walau banyak jalan berduri
Mungkin jika di teruskan tak sesuai dengan naluri
Namun keyakinan itu masihlah tersimpan 
Hingga titik akhir kan tetap berdiri
Walau seorang diri
Karena Yakin itu kan mampu membawa Keindahan


Terbaik Untuk Jalanmu

Saat mulut ini tak mampu bicara
Mengenang saat Kenyataan itu terkuak pahit
Aku hanya sanggup membisu
Meredam amaran dan kekecewaan
Tak mampu berharap lagi arungi semua mimpi
Dan akhirnya semua menghilang.


Bahagiamu, Bahagiaku Jua..

Terendam lara tersemat duka.
Bila ku kenang saat kau menoreh Luka.
Alur cinta buihkan segala nestapa.
Namun Hilang sirna tersapu Kebohongan.
Bukan itu yang ku mau?
Dan bukan itu yang ku harapkan
Berjuta Angan telah kutulis
Tanpa Cela dan Keharusan


Dua sisi yang berbeda

Tak sejengkal dan tak searah
Kadang berubah tak konstan
Beralih satu ke tempat yang lain
Kesatu sisi dan kelain sisi
Tak ada batas untuk berkreasi
Agar hidup penuh seni

Tak Selamanya Mawar itu Merah

Dalam lelah ku berjalan
Benahi sayap yang pernah terbakar
Karena bentuk ketidak pastian
Hanya satu lara yang tertebar


Nada yang dulu penuh simfoni
Kini menjadi sumbang dan hilang
Nafas itu telah mati
Bersama harapan dan keindahan
Tak mampu dan tak akan lagi
Penuhi segala isi sanubari
Karena aku tahu mawar itu tak selamanya Merah...

Dan Mawar itu telah Pudar

Malam hening pilukan rasa
Saat Penat mengiringi Langkah yang tak tertuju
Hanya Impian yang lalu penuhi pikiran
Saat Raga dan hati tak mungkin Bersama
Mimpi Indah itu telah sirna
Bersama Kenangan yang telah terpendam
Hingga kini penuh darah dan Hilang


Kesempurnaan bukanlah segalanya
Hanya mampu berharap penuhi segala kekurangan
Kau bohongi aku !!!
Diam mu tak bisa lagi ku andalkan
Saat kata itu terucap menusuk seluruh jantungku
Kau berdusta !!!
Lara ini selalu ku ingat
Ku pendam bersama mawar yang tlah pudar
Tinggalkan duka yang berselimut dusta
Kau Palsukan arti cinta ini
Lama ku pendam perasaan ini
Namun kau hancurkan berkeping-keping
Dan kau sayatkan Luka di hati


Dan Mawar itu telah pudar...
Bersama bayangan malam yang kau dendang
Maafku tak mampu tuk lanjutkan
Mungkin kau kan temukan
Kumbang yang telah menghisap seluruh sarimu
Dan mawar itu kini telah hilang....
-*-WELCOME TO THE DEGLEZONE-*-